PENDIDIKAN TANPA KEBUDAYAAN
oleh
Anwari WMK
PADA derajat tertentu, elegan memberikan apresiasi terhadap reshuffle kabinet pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Sebab, melalui reshuffle kabinet tersebut Kementerian Pendidikan Nasional berubah menjadi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Jika sebelumnya urusan kebudayaan berdasarkan perspektif tata kelola pemerintahan diintegrasikan ke dalam Kementerian Pariwisata, pada akhirnya dikembalikan untuk sepenuhnya bersenyawa dengan Kementerian Pendidikan. Praksis pendidikan ke depan lalu terbayangkan bakal memiliki resonansi dengan kebudayaan. Tapi pada derajat yang lain, tak terelakkan terus bertahannya situasi kritikal yang tercermin ke dalam pertanyaan: Mungkinkah masalah lama pendidikan tanpa kebudayaan dapat diselesaikan dengan segera melalui terbentuknya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan?